Showing posts with label Audit. Show all posts
Showing posts with label Audit. Show all posts

Definisi Audit

Berikut ini adalah defnisi audit (pengauditan):


Suatu proses sistematis untuk (1) mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif  mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (2) serta menyampaikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Untuk mempermudah penghafalan, definisi di atas diuraikan menjadi beberapa frasa sebagai berikut ini:
1. Suatu proses sistematis untuk ||
2. (1) mendapatkan dan mengevaluasi bukti ||
3. secara objektif ||
4. mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi ||
5. dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian ||
6. antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya ||
7. (2) serta menyampaikan hasil-hasilnya ||
8. kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Read more

Jenis-jenis Audit

Ada beberapa jenis audit yaitu:

1. Audit Laporan Keuangan
Audit ini mempunyai tujuan utama untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan entitas telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Asersi yang diaudit: Laporan keuangan
Kriteria yang telah ditetapkan: Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU)
Sifat laporan auditor: Pendapat atas kewajaran laporan keuangan
Contoh: Audit laporan keuangan tahunan dari PT AAA Tbk.

2. Audit Kepatuhan
Audit ini mempunyai tujuan utama untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi suatu entitas telah dilaksanakan sesuai dengan persyaratan, ketentuan, atau peraturan tertentu.
Asersi yang diaudit: Klaim atau data berkenaan dengan kepatuhan kepada kebijakan, perundangan, peraturan, dan sebagainya.
Kriteria yang telah ditetapkan: Kebijakan manajemen, hukum, peraturan, atau persyaratan lain dari pihak ketiga.
Sifat laporan auditor: Ringkasan temuan atau keyakinan tentang derajat kepatuhan.
Contoh: Audit kepatuhan atas penerapan upah minimum regional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

3. Audit Operasional
Audit ini mempunyai tujuan utama untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu.
Asersi yang diaudit: Data operasional atau kinerja
Kriteria yang telah ditetapkan: Tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen atau pihak yang berwenang.
Sifat laporan auditor: Tingkat efisiensi dan efektivitas dari operasi yang diamati serta rekomendasi untuk peningkatan kinerja.
Contoh: Audit operasional atas efisiensi dan efektifitas pembagian kupon makanan.

4. Audit Pengendalian Internal
Audit ini mempunyai tujuan utama untuk menentukan kecukupan sistem pengendalian internal untuk menjamin tercapainya kehandalan pelaporan keuangan, efisiensi dan efektifitas operasi, dan kepatuhan terhadap peraturan yang telah ditetapkan.
Asersi yang diaudit: Kecukupan pengendalian internal
Kriteria yang telah ditetapkan: Kriteria COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) untuk mengevaluasi pengendalian internal
Sifat laporan auditor: Pendapat atas kecukupan sistem pengendalian internal
Contoh: Audit sistem pengendalian internal pada PT BBB Tbk.

Read more

Tujuan Audit

Tujuan dari audit adalah:


Menyediakan keyakinan yang memadai (reasonable assurance), bukan jaminan, bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. 

Untuk mempermudah penghafalan, tujuan di atas diuraikan menjadi beberapa frasa sebagai berikut ini:
1. Menyediakan keyakinan yang memadai (reasonable assurance), ||
2. bukan jaminan, ||
3. bahwa laporan keuangan bebas ||
4. dari salah saji yang material. 

Read more

Mengapa Audit Laporan Keuangan Diperlukan?

Audit laporan keuangan diperlukan karena adanya beberapa hal sebagai berikut ini:

1. Konflik Kepentingan
Konflik kepentingan terjadi antara penggunan laporan keuangan dan manajemen entitas yang menyajikan laporan keuangan karena tidak ada keyakinan bahwa manajemen akan memberikan informasi yang benar. Oleh karena itu, audit laporan keuangan diperlukan untuk memberikan keyakinan yang memadai.

2. Konsekuensi
Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan yang penting seperti peminjaman dan investasi. Sehingga, laporan keuangan dapat membawa konsekuensi yang sangat luas. Oleh karena itu, audit laporan keuangan diperlukan agar konsekuensi yang terjadi adalah konsekuensi yang sesuai.

3. Kompleksitas Pelaporan Keuangan
Dengan adanya kompleksitas pelaporan keuangan yang tinggi, maka resiko terjadinya kesalahan penyajian laporan keuangan juga menjadi tinggi. Oleh karena itu, audit laporan keuangan diperlukan agar resikonya menjadi minimal.

4. Keterpencilan
Jarak, waktu, dan biaya membuat pengguna laporan keuangan sulit untuk mendapatkan akses informasi secara langsung dari entitas yang bersangkutan. Sehingga pengguna harus mengandalkan laporan keuangan sebagai satu-satunya sumber informasi. Oleh karena itu audit laporan keuangan diperlukan agar informasi tersebut menjadi handal.

Read more

Manfaat Ekonomi dari Audit

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari adanya audit:

1. Akses ke pasar modal bagi entitas pembuat laporan keuangan
Adanya laporan keuangan yang diaudit adalah salah satu syarat utama untuk mendapatkan akses ke pasar modal.

2. Biaya modal yang lebih rendah
Laporan keuangan yang diaudit mempunyai resiko salah saji yang lebih rendah daripada laporan keuangan yang tidak diaudit. Dengan adanya resiko salah saji yang lebih rendah, pemberi modal akan meminta tingkat bunga yang lebih rendah.

3. Pencegah ketidakefisienan dan penipuan
Adanya audit mendorong penurunan pada kesalahan pelaporan keuangan dan membuat manajemen enggan dalam melakukan penipuan pada pelaporan keuangan.

4. Mengembangkan pengendalian dan kegiatan operasional
Dalam proses audit, auditor sering kali memberikan saran-saran kepada manajemen berkaitan dengan sistem pengendalian internal dan kegiatan operasional. Hal ini sangat membantu manajemen untuk mengembangkan pengendalian dan kegiatan operasional.

Read more

Keterbatasan dari Audit

Audit mempunyai beberapa keterbatasan sebagai berikut ini:

1. Biaya yang terbatas
Adanya keterbatasan biaya membuat audit tidak dapat dilakukan pada seluruh transaksi. Kondisi ini mendorong auditor untuk melakukan pengujian dengan menggunakan materialitas sebagai batasan.

2. Waktu yang terbatas
Adanya keterbatasan waktu membuat audit tidak dapat dilakukan pada seluruh transaksi. Sama seperti kondisi akibat adanya keterbatasan biaya, auditor juga terdorong untuk melakukan pengujian dengan menggunakan materialitas sebagai batasan.

Selain dari keterbatasan audit, laporan keuangan juga mendapat keterbatasan yang berasal dari proses akuntansi itu sendiri yaitu:

1. Adanya prinsip akuntansi alternatif
Dengan adanya prinsip akuntansi alternatif, maka pengguna laporan keuangan harus waspada terhadap efek dari penggunaan prinsip akuntansi alternatif.

2. Adanya estimasi akuntansi
Estimasi akuntansi merupakan sesuatu yang tidak pasti bahkan auditor pun tidak dapat memastikannya. Oleh karena itu, pengguna laporan keuangan juga harus waspada terhadap hal ini.

Read more

Tentang Blog Ini

Tidak lain dan tidak bukan, bisa diliat dari namanya, tujuan utama dari blog ini adalah untuk membantu mahasiswa akuntansi yang akan mengikuti ujian akhir komprehensif (kompre). Selain buat mahasiswa yang akan mengikuti ujian kompre, semoga blog ini juga bisa membantu mahasiswa secara umum.
Web hosting for webmasters